English-Video.net comment policy

The comment field is common to all languages

Let's write in your language and use "Google Translate" together

Please refer to informative community guidelines on TED.com

TEDxPSU

Ali Carr-Chellman: Gaming to re-engage boys in learning

Ali Carr-Chellman: Permainan untuk Melibatkan Kembali Siswa Laki-laki dalam Belajar

Filmed
Views 972,019

Di TEDxPSU, Ali Carr-Chellman mengemukakan tiga alasan kenapa siswa laki-laki sulit untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, dan dia juga mengemukakan rencananya untuk kembali mengaktifkan dan melibatkan siswa laki-laki dalam pembelajaran: yakni dengan menyajikan pembelajaran di kelas yang sesuai dengan karakter siswa laki-laki, dengan aturan yang menjadikan siswa laki-laki berperilaku layaknya seorang siswa laki-laki, dan dengan menggunakan video games untuk mengajar sekaligus bermain.

- Instructional designer
Ali Carr-Chellman is an instructional designer and author who studies the most effective ways to teach kids and to make changes at school. Full bio

So I'm here to tell you
Pada kesempatan ini saya akan menyajikan kepada anda
00:15
that we have a problemmasalah with boysanak laki-laki,
masalah yang berkaitan dengan siswa laki-laki
00:17
and it's a seriousserius problemmasalah with boysanak laki-laki.
dan ini merupakan masalah yang serius.
00:19
TheirMereka culturebudaya isn't workingkerja in schoolssekolah,
Kultur siswa laki-laki tidak berfungsi di sekolah.
00:21
and I'm going to shareBagikan with you
Dan saya akan berbagi dengan anda tentang
00:24
wayscara that we can think about overcomingmengatasi that problemmasalah.
cara-cara yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.
00:26
First, I want to startmulai by sayingpepatah, this is a boyanak laki-laki,
Pertama-tama, saya akan menunjukkan bahwa, ini adalah anak laki-laki
00:29
and this is a girlgadis,
dan ini adalah anak perempuan.
00:32
and this is probablymungkin stereotypicallystereotip
Dan mungkin ada semacam stereotipe
00:34
what you think of as a boyanak laki-laki and a girlgadis.
dalam pemahaman anda tentang siswa laki-laki dan perempuan.
00:36
If I essentializeessentialize genderjenis kelamin for you todayhari ini,
Jika saya menekankan aspek gender pada anda saat ini,
00:38
then you can dismiss what I have to say.
maka mungkin anda akan mengabaikan apa yang akan saya sampaikan.
00:40
So I'm not going to do that. I'm not interestedtertarik in doing that.
Saya tidak akan melakukannya; saya tidak tertarik dengan masalah gender.
00:42
This is a differentberbeda kindjenis of boyanak laki-laki and a differentberbeda kindjenis of girlgadis.
Ini adalah jenis anak laki-laki dan perempuan yang berbeda.
00:44
So the pointtitik here is that not all boysanak laki-laki
Intinya adalah tidak semua anak laki-laki
00:48
existada withindalam these rigidkaku boundariesbatas
berada pada batasan kaku dalam pemahaman kita
00:50
of what we think of as boysanak laki-laki and girlsanak perempuan,
tentang anak laki-laki dan anak perempuan.
00:52
and not all girlsanak perempuan existada withindalam those rigidkaku boundariesbatas
Dan tidak semua anak perempuan berada pada batasan kaku
00:55
of what we think of as girlsanak perempuan.
pemahaman kita tentang anak perempuan.
00:57
But, in factfakta, mostpaling boysanak laki-laki tendcenderung to be a certaintertentu way,
Tapi, faktanya, kebanyakan anak laki-laki cenderung memiliki perilaku tertentu,
00:59
and mostpaling girlsanak perempuan tendcenderung to be a certaintertentu way.
dan kebanyakan anak perempuan juga cenderung memiliki perilaku tertentu.
01:02
And the pointtitik is that, for boysanak laki-laki,
Intinya adalah, bagi anak laki-laki,
01:04
the way that they existada and the culturebudaya that they embracemerangkul
cara mereka eksis dan kultur yang mereka miliki
01:07
isn't workingkerja well in schoolssekolah now.
tidak berfungsi dengan baik di sekolah saat ini.
01:10
How do we know that?
Bagaimana kita mengetahui hal itu?
01:12
The Hundred Girls ProjectProyek
Proyek 100 Anak Perempuan
01:14
tellsmengatakan us some really nicebagus statisticsstatistik.
menunjukan kepada kita statistik yang menarik.
01:16
For examplecontoh, for everysetiap 100 girlsanak perempuan that are suspendedditangguhkan from schoolsekolah,
Misalnya: Untuk setiap 100 anak perempuan yang di-skors dari sekolah,
01:19
there are 250 boysanak laki-laki that are suspendedditangguhkan from schoolsekolah.
terdapat 250 anak laki-laki yang di-skors dari sekolah.
01:22
For everysetiap 100 girlsanak perempuan who are expelleddikeluarkan from schoolsekolah,
Untuk setiap 100 anak perempuan yang dikeluarkan dari sekolah,
01:25
there are 335 boysanak laki-laki who are expelleddikeluarkan from schoolsekolah.
ada 335 anak laki-laki yang dikeluarkan dari sekolah.
01:28
For everysetiap 100 girlsanak perempuan in specialkhusus educationpendidikan,
Untuk setiap 100 anak perempuan yang membutuhkan pendidikan khusus,
01:31
there are 217 boysanak laki-laki.
ada 217 anak laki-laki dengan kebutuhan yang sama.
01:33
For everysetiap 100 girlsanak perempuan with a learningbelajar disabilityCacat,
Untuk setiap 100 anak perempuan yang memiliki kesulitan belajar,
01:35
there are 276 boysanak laki-laki.
ada 276 anak laki-laki.
01:37
For everysetiap 100 girlsanak perempuan
Untuk setiap 100 anak perempuan
01:40
with an emotionalemosional disturbancegangguan diagnoseddidiagnosis,
yang didiagnosa memiliki gangguan emosi,
01:42
we have 324 boysanak laki-laki.
terdapat 324 anak laki-laki didiagnosa dengan kelainan yang sama.
01:44
And by the way, all of these numbersangka are significantlysecara signifikan higherlebih tinggi
Dan angka ini akan semakin tinggi,
01:46
if you happenterjadi to be blackhitam,
di kalangan orang kulit hitam,
01:49
if you happenterjadi to be poormiskin,
pada masyarakat miskin,
01:51
if you happenterjadi to existada in an overcrowdedpenuh sesak schoolsekolah.
atau jika anda bersekolah di sekolah melebihi kapasitas.
01:53
And if you are a boyanak laki-laki,
Jika anda anak laki-laki,
01:57
you're fourempat timeswaktu as likelymungkin
maka anda memiliki kemungkinan empat kali lebih besar
01:59
to be diagnoseddidiagnosis with ADHDADHD --
didiagnosa memiliki ADHD --
02:01
AttentionPerhatian DeficitDefisit HyperactivityHiperaktif DisorderGangguan.
kelainan hiperaktif karena kurangnya perhatian.
02:03
Now there is anotherlain sidesisi to this.
Terdapat sisi lain dari masalah ini.
02:06
And it is importantpenting that we recognizemengakui
Dan penting bagi kita untuk mengakui bahwa
02:09
that womenwanita still need help in schoolsekolah,
perempuan masih membutuhkan bantuan di sekolah,
02:12
that salariesgaji are still significantlysecara signifikan lowermenurunkan,
gaji guru masih terlalu rendah,
02:14
even when controlleddikendalikan for jobpekerjaan typesjenis,
bahkan meski untuk jenis pekerjaan yang terkontrol,
02:16
and that girlsanak perempuan have continuedlanjutnya to struggleperjuangan
dan anak perempuan masih harus terus belajar keras
02:19
in mathmatematika and scienceilmu for yearstahun.
dalam matematika dan sains selama bertahun-tahun.
02:21
That's all truebenar.
Hal ini semuanya enar.
02:23
Nothing about that prevents us
Tak ada yang dapat mencegah kita
02:25
from payingpembayaran attentionperhatian to the literacymelek huruf needskebutuhan
untuk menaruh perhatian pada kebutuhan kemampuan membaca
02:27
of our boysanak laki-laki betweenantara agesusia threetiga and 13.
pada anak laki-laki berusia antara 3 hingga 13 tahun.
02:29
And so we should.
Dan karena itu kita harus menaruh perhatian pada hal tersebut.
02:31
In factfakta, what we oughtseharusnya to do is take a pagehalaman from theirmereka playbookPedoman,
Faktanya, apa yang harus kita lakukan adalah mengambil satu bagian dari buku mainan mereka
02:33
because the initiativesinisiatif and programsprogram
sebab inisiatif dan program
02:36
that have been setset in placetempat
yang dirancang untuk kaum perempuan
02:38
for womenwanita in scienceilmu and engineeringteknik and mathematicsmatematika
dalam bidang sains, engineering, dan matematika
02:40
are fantasticfantastis.
sangat luar biasa.
02:42
They'veMereka telah doneselesai a lot of good
Banyak hal yang hebat telah dilakukan
02:44
for girlsanak perempuan in these situationssituasi,
untuk anak perempuan pada situasi tersebut.
02:46
and we oughtseharusnya to be thinkingberpikir about
Dan kita harus mulai berpikir tentang
02:48
how we can make that happenterjadi for boysanak laki-laki too
bagaimana hal tersebut juga bisa berlaku bagi anak laki-laki
02:50
in theirmereka youngerlebih muda yearstahun.
ketika usia mereka masih muda.
02:52
Even in theirmereka olderlebih tua yearstahun,
Bahkan ketika usia mereka beranjak dewasa,
02:54
what we find is that there's still a problemmasalah.
masalah tersebut tetaplah muncul.
02:56
When we look at the universitiesuniversitas,
Ketika kita melihat apa yang terjadi di Perguruan Tinggi,
02:58
60 percentpersen of baccalaureateBaccalaureate degreesderajat are going to womenwanita now,
60% mahasiswa adalah perempuan,
03:00
whichyang is a significantpenting shiftbergeser.
hal ini merupakan sebuah pergeseran yang signifikan.
03:03
And in factfakta, universityUniversitas administratorsadministrator
Dan faktanya, pengelola Perguruan Tinggi
03:05
are a little uncomfortabletidak nyaman about the ideaide
merasa sedikit tidak nyaman dengan kondisi dimana
03:07
that we maymungkin be gettingmendapatkan closedekat to 70 percentpersen
hampir 70% populasi kampus
03:09
femalewanita populationpopulasi in universitiesuniversitas.
adalah perempuan.
03:11
This makesmembuat universityUniversitas administratorsadministrator very nervousgugup,
Hal ini membuat pengelola kampus merasa khawatir,
03:13
because girlsanak perempuan don't want to go to schoolssekolah that don't have boysanak laki-laki.
sebab mahasiswi tidak mau kuliah di kampus yang tak memiliki mahasiswa.
03:16
And so we're startingmulai to see the establishmentPendirian
Lalu, kita mulai melihat adanya
03:21
of menpria centerspusat and menpria studiesstudi
pusat-pusat studi kaum laki-laki
03:24
to think about how do we engagemengikutsertakan menpria
yang bertujuan untuk menelaah bagaimana mengaktifkan mereka
03:26
in theirmereka experiencespengalaman in the universityUniversitas.
dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi.
03:28
If you talk to facultyfakultas, they maymungkin say,
Jika anda bicara kepada dosen, mereka akan berkata,
03:30
"UghUgh. Yeah, well, they're playingbermain videovideo gamespertandingan,
"Hm. Yah, anak laki-laki hanya suka bermain video games,
03:32
and they're gamblingperjudian onlineon line all night long,
atau mereka berjudi online semalaman,
03:35
and they're playingbermain WorldDunia of Warcraft,
atau bermain World of Warcraft
03:38
and that's affectingmempengaruhi
Hal itulah yang mempengaruhi
03:40
theirmereka academicakademik achievementprestasi."
prestasi akademik mereka."
03:42
GuessRasa what?
Coba kenapa?
03:45
VideoVideo gamespertandingan are not the causesebab.
Video games bukanlah penyebab.
03:47
VideoVideo gamespertandingan are a symptomgejala.
Video games hanyalah sebuah gejala.
03:49
They were turnedberbalik off a long time
Kondisi siswa lelaki sudah seperti itu
03:51
before they got here.
sebelum Video games hadir.
03:53
So let's talk about why they got turnedberbalik off
Mari kita bahas tentang kenapa siswa laki-laki kurang antusias belajar
03:56
when they were betweenantara the agesusia of threetiga and 13.
ketika mereka memasuki usia antara 3 hingga 13 tahun.
03:58
There are threetiga reasonsalasan that I believe
Terdapat tiga alasan yang saya yakini menjadi penyebab
04:01
that boysanak laki-laki are out of syncsinkronkan
kenapa siswa laki-laki sulit untuk menyatu
04:03
with the culturebudaya of schoolssekolah todayhari ini.
dengan kultur sekolah saat ini.
04:05
The first is zeronol tolerancetoleransi.
Yang pertama adalah "nol toleransi"
04:07
A kindergartenTaman kanak-kanak teacherguru I know,
Guru Taman Kanak-kanak yang saya kenal,
04:10
her sonputra donateddisumbangkan all of his toysmainan to her,
anak laki-lakinya menyerahkan semua mainanya ke dia,
04:12
and when he did, she had to go throughmelalui
dan ketika anaknya melakukan itu, maka dia harus mengumpulkan
04:15
and pullTarik out all the little plasticplastik gunssenjata.
mainan yang semuanya berupa senjata mainan dari plastik.
04:18
You can't have plasticplastik knivespisau and swordspedang and axessumbu
Anda tidak boleh menyediakan pisau, pedang, atau kampak
04:22
and all that kindjenis of thing
yang terbuat dari plastik, dan segala jenis mainan seperti itu
04:24
in a kindergartenTaman kanak-kanak classroomkelas.
di lingkungan sekolah Taman Kanak-kanak.
04:26
What is it that we're afraidtakut that this youngmuda man is going to do with this gunsenjata?
Apa sih yang kita khawatirkan akan dilakukan anak laki-laki dengan mainan seperti itu?
04:28
I mean, really.
Benar sekali adanya.
04:31
But here he standsberdiri as testamentPerjanjian
Anak laki-laki merasakan adanya fakta bahwa
04:33
to the factfakta that you can't roughhouseroughhouse on the playgroundtempat bermain todayhari ini.
dia tidak boleh main perang-perangan di halaman bermain.
04:36
Now I'm not advocatingadvokasi for bulliespengganggu.
Saya tidak bermaksud mendukung kekerasan.
04:39
I'm not suggestingmenyarankan
Saya tidak menyarankan agar kita membolehkan pisau dan senjata
04:41
that we need to be allowingmemungkinkan gunssenjata and knivespisau into schoolsekolah.
masuk ke lingkungan sekolah.
04:43
But when we say
Namun, ketika saya mengatakan bahwa
04:46
that an EagleElang ScoutPramuka in a hightinggi schoolsekolah classroomkelas
seorang anak Pramuka pada sebuah SMA
04:48
who has a lockedterkunci parkeddiparkir carmobil in the parkingparkir lot
yang mobilnya di parkir terkunci dan
04:50
and a penknifepenknife in it
terdapat pisau lipat didalamnya
04:52
has to be suspendedditangguhkan from schoolsekolah,
harus kemudian di-skor dari sekolah,
04:54
I think we maymungkin have gonepergi a little too farjauh with zeronol tolerancetoleransi.
Saya pikir, "nol toleransi' yang kita terapkan sudah terlalu jauh.
04:56
AnotherLain way that zeronol tolerancetoleransi liveshidup itselfdiri out is in the writingpenulisan of boysanak laki-laki.
Cara lain dimana "nol toleransi" terlalu berpengaruh dalam dalam hal tulisan siswa laki-laki.
04:59
In a lot of classroomsruang kelas todayhari ini
Pada kebanyakan kelas saat ini,
05:02
you're not alloweddiizinkan to writemenulis about anything that's violenthebat.
anak tidak diperbolehkan menulis dengan topik kekerasan.
05:04
You're not alloweddiizinkan to writemenulis about anything
Anak tidak diperbolehkan menulis tentang segala hal
05:06
that has to do with videovideo gamespertandingan -- these topicstopik are banneddilarang.
yang berkaitan dengan video games - topik-topik seperti ini dilarang.
05:08
BoyAnak laki-laki comesdatang home from schoolsekolah, and he saysmengatakan,
Sepulang sekolah, di rumahnya, anak laki-laki biasa berkata,
05:11
"I hatebenci writingpenulisan."
"Saya benci pelajaran mengarang."
05:13
"Why do you hatebenci writingpenulisan, sonputra? What's wrongsalah with writingpenulisan?"
"Kenapa kamu benci mengarang, nak? Apa yang salah dengan belajar mengarang?"
05:15
"Now I have to writemenulis what she tellsmengatakan me to writemenulis."
"Sebab aku harus menulis seperti apa yang guru perintahkan."
05:17
"Okay, what is she tellingpemberitaan you to writemenulis?"
"Baiklah, apa yang gurumu suruh untuk ditulis?"
05:20
"PoemsPuisi. I have to writemenulis poemspuisi.
"Puisi. Aku harus nulis puisi.
05:23
And little momentsmomen in my life.
Dan momen-monen kecil dalam hidup aku.
05:25
I don't want to writemenulis that stuffbarang."
Aku tidak suka menulis hal-hal seperti itu."
05:27
"All right. Well, what do you want to writemenulis? What do you want to writemenulis about?"
"Baiklah. Apa yang sebenarnya ingin kamu tulis? Tentang apa?
05:29
"I want to writemenulis about videovideo gamespertandingan. I want to writemenulis about leveling-upmeratakan-up.
"Aku ingin menulis tentang Video games. Tentang bagaimana aku bisa melewati tiap level permainan.
05:32
I want to writemenulis about this really interestingmenarik worlddunia.
Aku ingin menulis tentang dunia yang paling menarik bagiku.
05:35
I want to writemenulis about a tornadoTornado that comesdatang into our houserumah
Aku ingin menulis tentang Tornado yang menghempas rumah kami,
05:37
and blowspukulan all the windowsjendela out
menghancurkan jendela, perabotan rumah, dan
05:40
and ruinsreruntuhan all the furnituremebel and killsmembunuh everybodysemua orang."
membunuh semua orang."
05:42
"All right. Okay."
"Baiklah."
05:44
You tell a teacherguru that,
Ketika anda mengatakan hal seperti ini kepada guru,
05:46
and they'llmereka akan askmeminta you, in all seriousnesskeseriusan,
maka respon guru, dengan sangat serius, berkata,
05:48
"Should we sendKirim this childanak to the psychologistpsikolog?"
"Apakah kita harus mengirim anak ini ke psikolog?"
05:51
And the answermenjawab is no, he's just a boyanak laki-laki.
Jawabannya tentu saja tidak, dia hanyalah anak laki-laki.
05:54
He's just a little boyanak laki-laki.
Dia anak laki-laki.
05:57
It's not okay to writemenulis these kindsmacam of things
Menulis topik-topik seperti itu sangat dilarang
06:00
in classroomsruang kelas todayhari ini.
di sekolah-sekolah saat ini.
06:02
So that's the first reasonalasan:
Ya, itulah alasan pertama:
06:04
zeronol tolerancetoleransi policieskebijakan and the way they're livedhidup out.
kebijakan "nol toleransi" dan bagaimana kita menerapkan kebijakan itu.
06:06
The nextberikutnya reasonalasan that boys'anak laki-laki' culturesAntara siniRaswaRRRRRRRRRRRRR BagiRasRRRRRRRR BagiRas are out of syncsinkronkan with schoolsekolah culturesAntara siniRaswaRRRRRRRRRRRRR BagiRasRRRRRRRR BagiRas:
Alasan kedua anak laki-laki sulit untuk menyatu dengan kultur sekolah adalah:
06:08
there are fewerlebih sedikit malepria teachersguru.
Sedikitnya jumlah guru laki-laki.
06:11
AnybodySiapa pun who'ssiapa over 15 doesn't know what this meanscara,
Siapapun yang berusia diatas 15 tahun tidak mengetahui apa arti semua ini,
06:13
because in the last 10 yearstahun,
sebab pada 10 tahun terakhir,
06:16
the numberjumlah of elementarydasar schoolsekolah classroomkelas teachersguru
jumlah guru sekolah dasar menurun
06:18
has been cutmemotong in halfsetengah.
hingga setengahnya.
06:20
We wentpergi from 14 percentpersen
Menurun dari 14 persen
06:22
to seventujuh percentpersen.
menjadi tujuh persen.
06:24
That meanscara that 93 percentpersen of the teachersguru
Artinya bahwa 93% guru yang mengajar
06:26
that our youngmuda menpria get in elementarydasar classroomsruang kelas
anak laki-laki di Sekolah Dasar
06:28
are womenwanita.
adalah perempuan.
06:30
Now what's the problemmasalah with this?
Lalu apa masalahnya dengan semua ini?
06:32
WomenPerempuan are great. YepYap, absolutelybenar.
Perempuan memang hebat. Betul sekali.
06:34
But malepria roleperan modelsmodel for boysanak laki-laki
Tapi contoh dan figur bagi anak laki-laki
06:36
that say it's all right to be smartpintar --
juga harus cerdas --
06:39
they'vemereka sudah got dadsayah, they'vemereka sudah got pastorspendeta,
memang ada ayah, guru agama,
06:41
they'vemereka sudah got CubCub ScoutPramuka leaderspemimpin,
pembina Pramuka,
06:43
but ultimatelyakhirnya, sixenam hoursjam a day, fivelima dayshari a weekminggu
dan yang paling utama, enam jam sehari, 5 hari seminggu,
06:45
they're spendingpengeluaran in a classroomkelas,
anak laki-laki menghabiskan waktunya di sekolah.
06:48
and mostpaling of those classroomsruang kelas
Dan pada kebanyakan sekolah
06:50
are not placestempat where menpria existada.
jarang terdapat guru laki-laki.
06:52
And so they say, I guesskira this really isn't a placetempat for boysanak laki-laki.
Hingga, anak laki-laki bisa saja beranggapan sepertinya sekolah ini bukan untuk anak laki-laki.
06:54
This is a placetempat for girlsanak perempuan.
Sekolah ini hanya untuk anak perempuan.
06:57
And I'm not very good at this,
Dan saya sangat tidak nyaman di kelas,
06:59
so I guesskira I'd better
sepertinya lebih baik saya
07:01
go playbermain videovideo gamespertandingan or get into sportsolahraga, or something like that,
bermain video games atau bermain olahraga, atau permainan laiinya
07:03
because I obviouslyjelas don't belongtermasuk here.
sebab jelas tempat saya bukan disini, di sekolah ini.
07:06
Men don't belongtermasuk here, that's prettycantik obviousjelas.
Laki-laki tak memiliki tempat disini, hal itu sangat jelas.
07:08
So that maymungkin be a very directlangsung way
Mungkin ini cara yang sangat blak-blakan
07:10
that we see it happenterjadi.
dalam melihat kondisi seperti itu.
07:12
But lesskurang directlylangsung,
Namun, jika dilihat secara tidak langsung,
07:14
the lackkekurangan of malepria presencekehadiran in the culturebudaya --
kurangnya kehadiran guru laki-laki dalam kultur sekolah --
07:16
you've got a teachers' loungeLounge,
misalnya di ruang guru,
07:19
and they're havingmemiliki a conversationpercakapan
guru-guru sedang membicarakan tentang
07:21
about JoeyJoey and JohnnyJohnny who beatmengalahkan eachsetiap other up on the playgroundtempat bermain.
Joey dan Johnny yang berkelahi di tempat bermain.
07:23
"What are we going to do with these boysanak laki-laki?"
"Apa yang akan kita lakukan kepada kedua anak (laki-laki) ini?"
07:26
The answermenjawab to that questionpertanyaan changesperubahan dependingtergantung on who'ssiapa sittingduduk around that tablemeja.
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan berbeda-beda tergantung pada siapa yang ikut berdiskusi disitu.
07:28
Are there menpria around that tablemeja?
Apakah ada guru laki-laki disitu?
07:31
Are there momsIbu who'vesiapa raiseddibesarkan boysanak laki-laki around that tablemeja?
Apakah disitu ada ibu guru yang mempunyai anak laki-laki?
07:33
You'llAnda akan see, the conversationpercakapan changesperubahan
Anda akan melihat bahwa perbincangan tersebut berubah-ubah
07:36
dependingtergantung uponatas who'ssiapa sittingduduk around the tablemeja.
tergantung pada siapa yang terlibat dalam perbincangan itu.
07:38
ThirdKetiga reasonalasan that boysanak laki-laki are out of syncsinkronkan with schoolsekolah todayhari ini:
Alasan ketiga kenapa anak laki-laki sulit menyatu dengan kultur sekolah saat ini adalah:
07:40
kindergartenTaman kanak-kanak is the oldtua secondkedua gradekelas, folksorang-orang.
Taman kanak-kanak merupakan pada dasarnya Kelas 2 model lama.
07:43
We have a seriousserius compressionkompresi of the curriculumkurikulum happeningkejadian out there.
Kita menerpakan kurikulum ketat pada sekolah tersebut.
07:46
When you're threetiga, you better be ablesanggup to writemenulis your namenama legiblydgn terang,
Ketika anda berusia tiga tahun, anda seharusnya sudah bisa menuliskan nama sendiri dengan benar,
07:50
or elselain we'llbaik considermempertimbangkan it a developmentalperkembangan delaymenunda.
jika tidak, maka anda akan dianggap mengalami keterbelakangan perkembangan.
07:52
By the time you're in first gradekelas,
Ketika masuk kelas 1 SD,
07:55
you should be ablesanggup to readBaca baca paragraphsparagraf of textteks
anda harus mampu membaca satu paragraf teks
07:57
with maybe a picturegambar, maybe not,
baik yang bergambar atau tidak,
08:00
in a bookBook of maybe 25 to 30 pageshalaman.
pada sebuah buku dengan tebal 25 hingga 30 halaman.
08:02
If you don't, we're probablymungkin going to be puttingmenempatkan you
Jika anda tidak mampu, maka sekolah akan menempatkan anda pada
08:04
into a TitleJudul 1 specialkhusus readingbacaan programprogram.
Title 1 program khusus membaca.
08:06
And if you askmeminta TitleJudul 1 teachersguru, they'llmereka akan tell you
Dan jika anda bertanya pada guru yang mengajar di Title 1, mereka akan menjawab:
08:08
they'vemereka sudah got about fourempat or fivelima boysanak laki-laki for everysetiap girlgadis that's in theirmereka programprogram,
terdapat empat atau lima banding satu antara siswa laki-laki dan siswa perempuan
08:10
in the elementarydasar gradesnilai.
pada program tersebut di Sekolah Dasar.
08:13
The reasonalasan that this is a problemmasalah
Alasan kenapa hal ini menjadi masalah adalah bahwa
08:15
is because the messagepesan that boysanak laki-laki are gettingmendapatkan
pesan yang diterima oleh anak laki-laki adalah
08:18
is "you need to do
"kamu harus melakukan apapun yang
08:21
what the teacherguru askstanya you to do all the time."
guru kamu suruh lakukan, setiap saat."
08:23
The teacher'sguru salarygaji dependstergantung
Gaji guru tergantung pada
08:26
on "No ChildAnak Left BehindDi belakang" and "RaceRas to the TopAtas"
Undang-undang No Child Left Behind dan Race to the Top
08:29
and accountabilityakuntabilitas and testingpengujian
serta pada akuntabilias dan ujian,
08:31
and all of this.
dan semua hal semacam itu.
08:33
So she has to figureangka out a way
Jadi, guru harus mencari cara bagaimana agar
08:35
to get all these boysanak laki-laki throughmelalui this curriculumkurikulum --
semua anak laki-laki mampu mencapai kurikulum --
08:37
and girlsanak perempuan.
dan anak perempuan juga.
08:40
This compresseddikompresi curriculumkurikulum is badburuk
Model kurikulum yang ditekankan seperti ini sangat buruk
08:42
for all activeaktif kidsanak-anak.
bagi anak yang aktif.
08:44
And what happensterjadi is,
Dan yang terjadi adalah,
08:47
she saysmengatakan, "Please, sitduduk down,
guru berkata, "Duduk, diam, dengarkan apa yang saya katakan,
08:49
be quietdiam, do what you're told, followmengikuti the rulesaturan,
taati peraturan, perhatikan waktu belajar,
08:52
managemengelola your time, focusfokus,
fokus, dan
08:55
be a girlgadis."
bertingkahlah seperti seorang anak perempuan.
08:57
That's what she tellsmengatakan them.
Itulah yang biasanya guru katakan ke siswa.
08:59
IndirectlyTidak langsung, that's what she tellsmengatakan them.
Secara tidak langsung, itulah yang guru katakan ke siswa laki-laki.
09:01
And so this is a very seriousserius problemmasalah. Where is it comingkedatangan from?
Ini merupakan masalah yang sangat serius. Dari mana masalah ini berasal?
09:04
It's comingkedatangan from us.
Masalah ini berasal dari kita sendiri.
09:06
(LaughterTawa)
(Tertawa)
09:08
We want our babiesbayi to readBaca baca when they are sixenam monthsbulan oldtua.
Kita ingin agar anak kita sudah bisa membaca sejak usia enam bulan.
09:11
Have you seenterlihat the adsiklan?
Pernah lihat iklan seperti ini?
09:14
We want to livehidup in LakeDanau WobegonWobegon
Kita ingin hidup seperti di Lake Wobegon,
09:16
where everysetiap childanak is aboveatas averagerata-rata,
dimana tiapa anak mampu memiliki kemampuan diatas rata-rata.
09:18
but what this does to our childrenanak-anak is really not healthysehat.
Namun dampak dari semua itu terhadap anak kita sangat tidak baik.
09:21
It's not developmentallyperkembangan appropriatesesuai,
Hal itu bukanlah sebuah perkembangan yang layak,
09:24
and it's particularlyterutama badburuk for boysanak laki-laki.
dan sangat tidak baik, khususnya pada anak laki-laki.
09:26
So what do we do?
Lalu apa yang harus kita lakukan?
09:28
We need to meetmemenuhi them where they are.
Kita harus menemui mereka di tempat mereka berada.
09:30
We need to put ourselvesdiri into boyanak laki-laki culturebudaya.
Kita harus mampu masuk ke kultur anak laki-laki.
09:32
We need to changeperubahan the mindsetpola pikir
Kita harus merubah midnset tentang
09:35
of acceptance in boysanak laki-laki in elementarydasar schoolssekolah.
penerimaan anak laki-laki di Sekolah Dasar.
09:38
More specificallysecara khusus, we can do some very specificspesifik things.
Lebih spesifik lagi, kita dapat melakukan beberapa hal spesifik.
09:42
We can designDesain better gamespertandingan.
Kita bisa mengembangkan permainan yang lebih baik.
09:45
MostSebagian of the educationalpendidikan gamespertandingan that are out there todayhari ini
Kebanyakan games pendidikan yang ada saat ini
09:47
are really flashcardsflashcards.
hanya berupa permainan kartu.
09:49
They're glorifieddimuliakan drillbor and practicepraktek.
Permainan itu digunakan dan dipraktikan.
09:51
They don't have the depthkedalaman, the richkaya narrativecerita
Namun kartu permainan tersebut tak memiliki naratif yang kaya dan mendalam
09:53
that really engagingterlibat videovideo gamespertandingan have,
seperti yang dimiliki video gamaes,
09:56
that the boysanak laki-laki are really interestedtertarik in.
dimana anak laki-laki sangat menyukainya.
09:58
So we need to designDesain better gamespertandingan.
Jadi, kita harus merancang games yang lebih baik.
10:00
We need to talk to teachersguru and parentsorangtua
Kita harus berbicara dengan guru dan orang tua
10:02
and schoolsekolah boardnaik membersanggota and politicianspolitisi.
anggota dewan sekolah, serta politisi.
10:04
We need to make sure that people see that we need more menpria in the classroomkelas.
Kita harus menyadarkan orang bahwa kita butuh lebih banyak guru laki-laki.
10:06
We need to look carefullyhati-hati at our zeronol tolerancetoleransi policieskebijakan.
Kita harus menelaah kembali kebijakan "zero tolerance".
10:09
Do they make sensemerasakan?
Apakah kebijakan tersebut masuk akal?
10:11
We need to think about
Kita harus merenungkan bagaimana
10:13
how to uncompressuncompress this curriculumkurikulum if we can,
meringankan beban kurikulum jika kita mampu,
10:15
tryingmencoba to bringmembawa boysanak laki-laki back into a spaceruang
mencoba menempatkan kembali anak laki-laki
10:18
that is comfortablenyaman for them.
pada ruang yang nyaman bagi mereka.
10:20
All of those conversationspercakapan need to be happeningkejadian.
Semua perbincangan tentang hal tersebut harus terjadi.
10:22
There are some great examplescontoh out there
Terdapat banyak contoh hebat tentang sekolah yang berhasil mengakomodasi
10:24
of schoolssekolah --
kultur siswa laki-laki di luar sana --
10:26
the NewBaru YorkYork TimesKali just talkedberbicara about a schoolsekolah recentlybaru saja.
New York Times baru saja membahas tentang sebuah sekolah seperti itu.
10:28
A gamepermainan designerperancang from the NewBaru SchoolSekolah
Seorang perancang permainan dari the New School
10:30
put togetherbersama a wonderfulhebat videovideo gaming schoolsekolah.
mampu merancang video games yang sangat bagus bagi siswa di sekolah.
10:33
But it only treatsmemperlakukan a fewbeberapa kidsanak-anak,
Namun permainan itu hanya mampu menjangkau sedikit siswa.
10:36
and so this isn't very scalableterukur.
Permainan tersebut sulit untuk dikembangkan lebih luas lagi.
10:39
We have to changeperubahan the culturebudaya and the feelingsperasaan
KIta harus merubah kultur dan perasaan
10:41
that politicianspolitisi and schoolsekolah boardnaik membersanggota and parentsorangtua have
para politisi, anggota dewan sekolah, dan orang tua,
10:43
about the way we acceptmenerima and what we acceptmenerima
berkaitan dengan cara kita menerima dan apa yang kita terima
10:46
in our schoolssekolah todayhari ini.
dari sekolah saat ini.
10:48
We need to find more moneyuang for gamepermainan designDesain.
Kita harus menyediakan lebih banyak dana untuk merancang permainan.
10:51
Because good gamespertandingan, really good gamespertandingan, costbiaya moneyuang,
Sebab, permainan yang bagus, yang sangat bagus, membutuhkan biaya,
10:53
and WorldDunia of Warcraft has quitecukup a budgetanggaran.
dan permaian World of Warcraft membutuhkan pendanaan tersendiri.
10:55
MostSebagian of the educationalpendidikan gamespertandingan do not.
Kebanyakan games pendidikan saat ini tak memiliki pendanaan.
10:57
Where we starteddimulai:
Darimana kita harus mulai:
10:59
my colleaguesrekan kerja -- MikeMike PetnerPetner, ShawnShawn VashawVashaw, myselfdiri --
kolega saya -- Mike Petner, Shawn Vashaw, dan saya sendiri --
11:01
we starteddimulai by tryingmencoba to look at the teachers' attitudessikap
kami memulainya dengan mencoba menelaah sikap guru
11:04
and find out how do they really feel about gaming,
dan mencari tahu bagaimana sikap mereka tentang permainan,
11:06
what do they say about it.
apa pendapat mereka tentang itu.
11:08
And we discoveredditemukan
Dan kami menemukan bahwa
11:10
that they talk about the kidsanak-anak in theirmereka schoolsekolah,
mereka berbicara tentang siswa mereka di sekolah,
11:12
who talk about gaming,
yang suka berdiskusi tentang games,
11:14
in prettycantik demeaning wayscara.
dan menganggap siswa mereka itu rendah, meremehkannya.
11:16
They say, "Oh, yeah. They're always talkingpembicaraan about that stuffbarang.
Guru-guru berkata, "Oh iya, siswa-siswa itu selalu membicarakan games.
11:18
They're talkingpembicaraan about theirmereka little actiontindakan figuresangka
Mereka membicarakan tokoh jagoan mereka
11:21
and theirmereka little achievementsprestasi or meritMerit badgeslencana,
pencapaian dan gelar mereka dalam permainan,
11:23
or whateverterserah it is that they get.
atau apapun yang mereka mampu raih dari permainan itu.
11:26
And they're always talkingpembicaraan about this stuffbarang."
Mereka selalu membicarakan hal itu."
11:28
And they say these things as if it's okay.
Guru-guru berkata seperti itu seolah mereka merasa benar dengan itu.
11:30
But if it were your culturebudaya,
Namun jika anda berada pada kultur seperti itu,
11:32
think of how that mightmungkin feel.
bayangkan bagaimana rasanya.
11:34
It's very uncomfortabletidak nyaman to be on the receivingmenerima endakhir
Sangat tidak nyaman sekali menjadi bahan perbincangan
11:36
of that kindjenis of languagebahasa.
seperti itu.
11:38
They're nervousgugup about anything
Guru-guru sangat gugup dengan segala hal
11:40
that has anything to do with violencekekerasan
yang berkaitan dengan kekerasan
11:42
because of the zeronol tolerancetoleransi policieskebijakan.
sebab adanya kebijakan "nol toleransi".
11:44
They are sure that parentsorangtua and administratorsadministrator will never acceptmenerima anything.
Mereka yakin bahwa orang tua dan administratur sekolah tidak akan pernah menerima apapun tentang itu.
11:46
So we really need to think about looking at teacherguru attitudessikap
Jadi, kita harus melihat pada bagaimana sikap guru
11:49
and findingtemuan wayscara to changeperubahan the attitudessikap
dan menemukan cara untuk merubah sikap itu
11:52
so that teachersguru are much more openBuka
hingga guru semakin lebih terbuka
11:55
and acceptingmenerima of boyanak laki-laki culturesAntara siniRaswaRRRRRRRRRRRRR BagiRasRRRRRRRR BagiRas in theirmereka classroomsruang kelas.
dan menerima kultur anak laki-laki di kelas.
11:57
Because, ultimatelyakhirnya, if we don't,
Sebab, jika tidak,
12:00
then we're going to have boysanak laki-laki who leavemeninggalkan elementarydasar schoolsekolah sayingpepatah,
maka akan ada anak laki-laki yang keluar dari Sekolah Dasar dan berkata,
12:02
"Well I guesskira that was just a placetempat for girlsanak perempuan.
"Sepertinya sekolah itu hanya untuk anak perempuan;
12:05
It wasn'ttidak for me.
bukan untuk aku.
12:07
So I've got to do gaming, or I've got to do sportsolahraga."
Lebih baik bermain games, atau bermain olahraga."
12:09
If we changeperubahan these things, if we paymembayar attentionperhatian to these things,
Jika kita bisa mengubah kondisi itu, jika kita menaruh perhatian pada hal itu,
12:12
and we re-engagekembali terlibat boysanak laki-laki in theirmereka learningbelajar,
dan kita mampu menarik kembali anak laki-laki agar aktif dalam belajar,
12:15
they will leavemeninggalkan the elementarydasar schoolssekolah sayingpepatah, "I'm smartpintar."
maka anak laki-laki, ketika lulus dari sekolah akan berkata, "Saya pintar."
12:17
Thank you.
Terima kasih.
12:20
(ApplauseTepuk tangan)
(Tepuk tangan)
12:22
Translated by Usep Syaripudin
Reviewed by Irma Amelia Muhammad

▲Back to top

About the speaker:

Ali Carr-Chellman - Instructional designer
Ali Carr-Chellman is an instructional designer and author who studies the most effective ways to teach kids and to make changes at school.

Why you should listen

A former third-grade teacher, Ali Carr-Chellman realized that traditional elementary classrooms weren't for her, in part because she was frustrated by the lack of innovation, agility, and readiness to change in traditional schools. She's now an instructional designer, author and educator, working on how to change and innovate within schools to make education work better for more kids. She teaches at Penn State University in the College of Education, working primarily with doctoral-level students to help produce the next generation of faculty with inspired research ideas and methods. Carr-Chellman also teaches online courses focused on helping practicing teachers learn how to improve their own instructional design practices and how to improve their classrooms.

Her recent research projects include "Bring Back the Boys," looking at ways gaming can be used to re-engage boys in their elementary education. Another projects asks prisoners and homeless people to think about how to reform schools, bringing new voices to the policy-making table.






More profile about the speaker
Ali Carr-Chellman | Speaker | TED.com